Cerita Sumut

Dosen Unimed Damping Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Helvetia Tingkatkan Kualitas Pebelajaran Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Alat Peraga Tematik

Senin, 16 September 2019 11:21:20 | Dibaca: 80
Instruktur dan Peserta pelaksanaan kegiatan Alat Peraga IPA

Irfandi

Medan , Sumatera Utara
Bergabung: 09 Sep 2017
Aku Adalah anak desa yang mencoba peruntungan di Kota
Bagikan:

Medan (16/09). Alat peraga merupakan salah satu komponen penentu efektivitas belajar. Alat peraga mengubah materi ajar yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik. Penyediaan perangkat  alat peraga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan siswa belajar, sesuai  dengan tipe siswa belajar. Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi  seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.

Pelajaran tidak sekedar menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkrit yang realistik serta menjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan. Tujuan penggunaan alat peraga adalah untuk mendemonstrasikan konsep yang abstrak ke dalam bentuk  visual. Namun, dalam praktik belajar mengajar di sejumlah sekolah di tanah air, masih banyak ditemukan minimnya pemanfaatan alat peraga atau media pembelajaran agar maksud dan tujuan pembelajaran lebih efektif.

Tim dosen Universitas Negeri Medan yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat program kemitraan masyarakat (PKM) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Pendidikan Tinggi (DRPM) Tahun 2019 di Kecamatan Medan Helvetia Provinsi Sumatera Utara, juga menemukan masalah serupa, khususnya di Sekolah Dasar (SD) Wilayah 7 Kecamatan Medan Helvetia. 

Tim yang terdiri atas tiga dosen lintas fakultas yakni Muhammad Aswin Rangkuti, S.Pd., M.Pd. (Ketua), Imelda Free Unita Manurung, S.Pd., M.Pd. (Anggota 1), dan Drs. Nelson Tarigan, M.Si (Anggota 2) mencoba memberi solusi atas masalah yang ditemukan itu melalui pelatihan dan pendampingan "Desain Pembelajaran Inovatif Berbasis Alat Peraga Edukatif Tematik"

"Kegiatan ini sesuai dengan yang diamanatkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) agar perguruan tinggi dapat menemukan solusi dan mengatasi persoalan-persoalan yang timbul dalam dunia pendidikan, dan kontribusi untuk peningkatan daya saing masyarakat dan negara,kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (16/9/2019), dengan sasaran perwakilan para guru yang tergabung pada KKG wilayah 7 Kecamatan Medan Helvetia", ujar Muhammad Aswin.

Guru-guru dilatih dan didampingin untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai kurikulum 2013 revisi 2018 dan dilanjutkan dengan membuat secara langsung alat peraga edukatif berdasarkan tema untuk kelas rendah dan kelas tinggi.

Dalam pemanfaatan alat peraga dan media pembelajaran, tim menemukan sejumlah masalah terutama kurangnya pengetahuan dan kemampuan Guru-guru dalam mengembangkan alat peraga dan media pembelajaran tematik kurikulum 2013. "Kebanyakan guru-guru masih menerapkan pembelajaran yang bersifat konvensional seperti penggunaan buku ajar teks dan papan tulis. Selain itu pembelajaran yang berlangsung belum menunjukkan pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu K-13 karena pergantian materi mata pelajaran masih sangat kontras terlihat," ungkap Imelda yang kesehariannya bekerja sebagai Dosen PGSD. 

Sementara Bapak Monang Marihot Simarmata, S.Pd. selaku Kepala SD Swasta Teladan sekaligus Sekretaris KKG Wilayah 7 Kecamatan Medan Helvetia, menjelaskan pembelajaran yang belum sesuai dengan hakikat pembelajaran tematik terpadu K-13 dikarenakan minimnya pengetahuan dan keterampilan para guru untuk menerapkannya. Para guru terbatas kesempatannya untuk dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif.

"Kalaupun ada pelatihan yang yang diikuti oleh para Guru SD melalui KKG wilayah 7 Kecamatan Medan Helvetia dengan mengundang narasumber dari pengawas pendidikan biasanya hanya sebatas pelatihan melalui penjelasan materi presentasi tanpa adanya workshop dan praktik langsung menyusun RPP dan membuat alat peraga/ media pembelajaran tematik seperti yang dilaksanakan oleh Bapak Muhammad Aswin Rangkuti, S.Pd., M.Pd dan Tim. Untuk itu saya sebagai kepala sekolah dan mewakil semua guru peserta yang terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen unimed sangat berterima kasih dan berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut di tahun depan", ujar Monang.

Beri Nilai:

Nilai: 0

Komentar: 0

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberi komentar
Tentang Kami Syarat dan Ketentuan