Ekonomi

Dr. Makmur Sirait : Sebagian Air Tanah Percut Sei Tuan tidak Layak Konsumsi

Senin, 22 Oktober 2018 12:10:28 | Dibaca: 430
Dr. Makmur SIrait menunjukan Lokasi Penyaringan Air layak minum tanpa di Masak

Irfandi

Medan , Sumatera Utara
Bergabung: 09 Sep 2017
Aku Adalah anak desa yang mencoba peruntungan di Kota
Bagikan:

Percut Sei Tuan. di sebagian lokasi Air tanah di Kecamatan Percut Sei tuan Kabupaten Deli Serdang tidak memenuhi baku Mutu sebagai air yang layak dikonsumsi. Hal ini di ungkapkan oleh Ahli Fisika nano Partikel Dr. Makmur Sirait, M.Si Pada (22/10) setelah melakukan uji kualitas air yang diambil dari beberapa sampel lokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan.  

Dari hasil yang di dapat sebagian besar sample air tanah yang ada tidak memenuhi PH yang di standartkan dan masih ada kandungan detergen,  logam serta material kimia yang berbahaya dengan kadar di luar ambang batas.  Bila air tanah tersebut di konsumsi dalam waktu lama maka akan mengakibatkan berbagai macam penyakit pada tubuh.

Oleh karena dari itu beberapa dosen Unimed dari berbagai lintas Keilmuan Diantaranya: Dr. Makmur Sirait, Prof. Dr. Herbert Sipahutar, MS dan Drs Juniar Hutahean, M.Si, mencoba untuk membantu masyarakat lewat Pengabdian Masyarakat peningkatan kualitas Air tanah hingga menjadi air yang layak untuk dikonsumsi.

Makmur sirait menambahkan bahwa, setelah melakukan pengujian di beberapa sampel di beberapa lokasi selanjutnya pengujian kita lakukan di Laboratorium Fisika dan di Laboratorium milik Kementerian Kesehatan. "Beranjak dari hasil uji laboratorium tersebut maka  tim merancang sistem penyaring air dalam teknologi nano Partikel, sehingga kondisi air layak untuk di konsumsi. Untuk pilot project yang kita buat berlokasi di musholah Al-Ikhlas  Kampung Cendol Desa Kolam Kecamatan Percut sei Tuan. Karena dilokasi airnya selain ph rendah dan banyak logam serta berbau". Ujar ketua Prodi Fisika Unimed tersebut

Dan saat ini dilokasi, kondisi air sudah memenuhi baku Mutu sebagai air yang layak dikonsumsi dengan sitem penyaringan nano partikel. Air tanah atau sumur bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lagi, karena hasil penyaringannya juga sudah kita lakukan pengujian di Laboratorium Kementerian Kesehatan. " Jadi kita coba berbuat untuk masyarakat yang ada di sekitar kampus menjadi problem sover bagi permasalahan yang mereka hadapi. Dan pengabdian ini syarat dengan nilai akademisi yang kami emban, tanpa memandang suku, ras ataupun agama yang penting ilmu yang kami miliki dapat diterapkan dan bermanfaat". Ujar penganut kristen taat tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua LPM Unimed Dr. Kustoro Budiarta, ME yang diwakili sekertaris Mukti Hamjah, M.Si mengungkapkan bahwa tidak hanya untuk konsumsi, air yang sudah layak untuk dikonsumsi langsung tersebut untuk dapat di berdayakan di masyarakat untuk dijadikan usaha oleh BKM atau Remaja Mesjid sehingga ada income generate untuk oprasional juga untuk pemasukan warga masyarakat lewat musholah Al Ikhlas.

"Maka dari itu pelatihan manajemen usaha juga dilakukan Unimed untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat menjadi pelaku usaha dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,  Sehingga ketermanfaatan dari alat yang digunakan dapat bernilai amal jariah ". Ungkap Dosen fisika tersebut

Rasa syukur dan bangga di ungkapkan salah seorang warga masyarakat dan Pengurus BKM Musholah Al Ikhlas Sonimin bahwa , masyarakat Kampung Cendol Desa Kolam merasa gembira dengan pengabdian yang dilakukan oleh Dosen Unimed. Tidak hanya ceramah-ceramah saja akan tetapi jelas luaran bukti konkritnya. Selama ini masyarakat memanfaatkan air tanah dalam berbagai proses tanpa mengetahui kandungan yang ada dalam air tesebut dengan adanya program ini masyarakat menjadi mengerti.

 "Dan lebih bahagia lagi kami mendapatkan seperangkat alat penyaring yang lengkap sehingga air tanah kami yang bau bisa langsung diminum, dan kami juga bersyukur ini dapat menjadi peluang usaha bagi kami untuk menjual air galon isi ulang, sesuai yang telah diajarkan cara manajemen dan pemasarannya  oleh Bapak-Bapak  dosen". Ungkap Pria yang menjadi tokoh masyarakat Kolam tersebut. (irf)
Beri Nilai:

Nilai: 0

Komentar: 0

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberi komentar
Tentang Kami Syarat dan Ketentuan