Cerita Sumut

Prof. Syawal Gultom : Budaya Mutu pengaruhi kualitas Pendidikan di Indonesia

Rabu, 03 Juli 2019 09:31:47 | Dibaca: 152
Tim LP2MP Unimed setelah melaksanakan Focus Group Discusion (FGD)

Irfandi

Medan , Sumatera Utara
Bergabung: 09 Sep 2017
Aku Adalah anak desa yang mencoba peruntungan di Kota
Bagikan:

Dalam dunia pendidikan budaya mutu menjadi sebuah keniscayaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kultur mutu yang terbentuk dalam dunia pendidikan menjadikan sumber daya manusia yang ada melakukan aktivitas pendidikan dengan mengedepankan aspek kesadaran tanpa ada tekanan maupun paksaan. Sehingga kualitas dari hasil kerja dalam bidang pendidikan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal ini di ungkapkan oleh Prof. Syawal Gultom disela-sela kegiatan : "Revisi Peraturan Rektor tentang Kebijakan Mutu Universitas Negeri Medan", yang dilaksanakan pada selasa (2/6) yang mengambil mengambil tempat di Aula B Biro Rektor . Kegiatan yang di gawangi oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Negeri Medan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Rektor Universitas Negeri Medan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Ketua LP2MP Prof. Motlan, M.Sc., Ph.D Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd, Wakil Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. Sahyar, MS., MM, Dekan dilingkungan Unimed Serta seluruh Wakil Dekan 1 di sekitaran Universitas Negeri Medan.

Selanjutnya Rektor Unimed mengungkapkan bahwa dalam hal penjaminan mutu pendidikan tinggi harus di sesuaikan dengan standart mutu yang di mulai dari kelas hingga Sumber Daya Manusia yang dihasilkan ataupun  lulusan. "Semua harus dapat terkontrol untuk dapat di buat treathment perbaikan hingga kualitas pendidikan di Unimed dapat melampaui standart yang di tetapkan secara nasional dan dapat berkiprah di dunia Internasional". Ungkap tokoh pendidikan Nasional tersebut

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kepala LP2MP Unimed Prof. Motlan yang didampingi ketua panitia Dr. Darwin, ST., M.Pd , dalam kegiatan ini pakar-pakar pendidikan tinggi yang ada di Unimed akan melakukan Focus Group Discusion (FGD) untuk menyusun milestone  pendidikan tinggi universitas Negeri Medan  hingga hingga menjadi World Class University. "Dan di tahun ini kita mulai berbenah untuk mempersiapkan Unimed menuju sertifikasi AUN (ASEAN UNIVERSITY NETWORK) karena saat ini di wilayah asean sudah masuk pada jaringan Universitas Tersebut.", Ungkap Ketua Himpunan Fisika (HFI) Sumut tersebut.

Selain itu untuk permasalahan akreditasi akan di bentuk tim-tim pendamping akreditasi yang akan langsung menyentuh pada tataran prodi, dalam 12 bulan kedepan ada sekitar 24 prodi yang akan melangsungkan akreditasi, kita akan fokus untuk terus mendampingi agar prodi-prodi benar benar siap untuk di audit mutu dalam rangka peningkatan kualitas. Imbuh profesor alumnus Australia tersebut.

Salah seorang peserta diskusi Wakil Dekan I FMIPA, Prof. Herbert Sipahutar, M.Sc.,Ph.D menyambut gembira adanya forum diskusi yang di inisiasi Lembaga pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Karena dengan adanya diskusi dan pendampingan Akreditasi akan membantu fakultas dan prodi yang akan menghadapi agenda rutin Akreditasi yang menjadi sebuah keniscayaan untuk prodi dan universitas.

" Dengan demikian proses akreditasi akan mudah terlaksana dan hasil akreditasi dapat maksimal diterima, serta kebijakan-kebijakan yang diberikan mampu benar-benar mengangkat Unimed sebagai World Class University". tutup profesor bidang Sel dan Molekuler jebolan  Université de Caen, Prancis tersebut.


Beri Nilai:

Nilai: 0

Komentar: 0

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberi komentar
Tentang Kami Syarat dan Ketentuan