Ekonomi

BI Akan Gelar DIGIFEST Sumatera 2020, Kenalkan Inovasi Sistem Pembayaran

Selasa, 18 Februari 2020 16:12:30 | Dibaca: 138
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sumut, Wiwik Sisto Widayat

SUNARJI HARAHAP

Medan , Sumatera Utara
Bergabung: 06 Nov 2017
Bagikan:

Bank Indonesia (BI) Sumut akan menggelar Digital Festival (DIGIFEST) Sumatera 2020. Acara ini direncanakan akan diselenggarakan pada 29 Februari hingga 1 Maret mendatang di Hotel Santika Dyandra Medan.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sumut, Wiwik Sisto Widayat  mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendorong percepatan dalam pemanfaatan ekonomi digital di Pulau Sumatera, khususnya di Sumut.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan inovasi-inovasi di bidang sistem pembayaran serta produk/jasa ekonomi digital yang telah hadir di Sumatera. Dalam kegiatan ini juga sekaligus memberikan pengetahuan, edukasi dan awareness terhadap perkembangan inovasi layanan sistem pembayaran.

"DIGIFEST Sumatera 2020 adalah kegiatan pameran inovasi layanan sistem pembayaran dan ekonomi digital yang diselenggarakan secara serentak di seluruh KPw BI di Sumatera. Dalam kegiatan ini kita akan lebih memperkenalkan QRIS (Quick Response Indonesian Standard), sebuah standar baru penyelesaian transaksi pembayaran di masyarakat secara nontunai," jelasnya.

Mengusung tema 'Inovasi Teknologi Pembayaran dalam Mengakselerasi Digital Economy', kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa turut serta berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera.

Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Sumatera untuk tidak sekadar mengenali potensi yang dimiliki namun juga agar dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi serta inovasi yang telah tersedia, khususnya di bidang sistem pembayaran.

DIGIFEST Sumatera 2020 ini mengacu pada tiga kegiatan yakni showcasing atau pameran, onboarding berupa launching dan coaching clinic, serta talkshow. Peserta showcasing adalah UMKM binaan, merchant unggulan PJSP, electronified public services, digital banking/financial services dan start-up dengan target audiens masyarakat umum.

"Sedangkan, peserta onboarding adalah pelaku usaha seperti UMKM dan merchant ritel, lembaga pendidikan seperti sekolah/universitas/pesantren ataupun sektor lainnya yang telah melaksanakan onboarding dan akan mulai menerapkan
elektronifikasi/pembayaran nontunai dalam kegiatan usahanya," ungkap Wiwiek.

Peserta coaching clinic adalah para pelaku UMKM, merchant ritel, pengelola layanan publik dan lainnya yang akan diberikan pelatihan terkait tata cara dan syarat untuk dapat melakukan onboarding.

"Untuk talkshow sendiri terdiri dari beberapa topik yakni kebijakan sistem pembayaran Indonesia, digital economy dan banking/financial services dengan target audiens pelajar, mahasiswa, akademisi, milenial, Pemda serta pelaku usaha," pungkasnya. (SJ)





Beri Nilai:

Nilai: 0

Komentar: 0

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberi komentar
Tentang Kami Syarat dan Ketentuan