Cerita SumutPilihan

Polri, Profesional yang Modern dan Terpercaya

Rabu, 05 Juli 2017 17:25:34 | Dibaca: 241
Dirgahayu Bhayangkara Ke 71

amien

Bergabung: 07 Okt 2016
Bagikan:

Musibah memang tidak bisa dihindari oleh setiap orang. Begitu juga yang saya alami. Pada Senin (03/04/2017) salah seorang keluarga yakni istri saya mengalami kecelakaan di Jalan Sisingamangara, Medan. Selain sedih, satu hal lagi yang terpikir dalam benak saya adalah berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, sopir truk yang menabrak istri saya sudah lebih dulu diamankan di Polsek Patumbak. Saya pun terpaksa harus mengurus segala sesuatunya di Polsek tersebut.

Begitu tiba di kantor Polsek Patumbak, pikiran negatif terhadap kepolisian yang selama ini saya dengar dari masyarakat adalah hal-hal negatif. Maklum, inilah pertama kali dalam hidup saya harus berurusan dengan polisi yang berhubungan secara pribadi. Bagaimanapun jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, saya tetap harus bisa mengontrol emosi. Namun pikiran negatif tersebut lenyap seketika, saat saya berhadapan langsung dengan salah seorang petugas kepolisian di sana.

Sikap profesional dan tegas saya rasakan saat saya dipertemukan dengan sopir yang menabrak istri saya. Dari situlah saya sadar, bukankah setiap orang akan selalu menghindari yang namanya musibah. Dengan gaya humanis, salah seorang petugas memberi nasehat, bukan kepada sang sopir saja, namun juga saya. Hingga akhirnya proses perdamaian antara saya dan sang sopir truk itu berjalan dengan suasana kekeluargaan. Inilah yang membuat pikiran negatif dari awal melangkah ke Polsek Patumbak hilang. Masalah 'pelicin' yang sudah sering saya dengar di telinga ketika harus berurusan dengan polisi, ternyata hanyalah kabar miring.

Cerita di atas seolah menegaskan akan program Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait program polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) sudah mulai berjalan dengan baik.

Penekanan kata Profesional di tubuh Polri dengan cara meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan, serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan, dan dapat diukur keberhasilannya. Di sini, contoh nyata yang saya alami adalah bagaimana cara salah seorang petugas di Polsek Patumbak memberikan pendekatan yang humanis bagi setiap warga yang memiliki masalah tentang hukum. Pola lama yang selama ini membuat warga takut untuk datang ke kantor polisi, sepertinya sudah tak berlaku lagi.

Selanjutnya adalah Modern, dengan melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern.Di era serba canggih ini, pemanfaatan teknologi memang hal wajib.Pola manual yang selama ini dikerjaan di Polri sudah tak bisa lagi dilakukan di zaman seperti sekarang ini. 

Aplikasi 'Polisi Kita Polda Sumut' salah satu contohnya. Memanfaatkan aplikasi pelayanan terpadu berbasis android milik Polda Sumut yang terintegrasi dengan seluruh Polres di wilayah Polda Sumut, akan mempermudah warga dalam berinteraksi dengan pihak kepolisian. Beragam fitur yang ada dalam aplikasi tersebut kian menegaskan jika Polri ingin benar-benar memaksimalkan teknologi yang ada.

Satu hal lagi dan mungkin inilah menurut saya yang paling penting, yakni Terpercaya. Dengan melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, saya yakin Polri ke depannya akan lebih baik lagi.

Program Terpercaya adalah yang utama yang harus dilakukan oleh Polri. Seprofesional dan semodern apapun, jika Polri tidak dipercaya masyarakat tentu tak ada gunanya. Bagaimana menjadi Polri yang bisa dipercaya? Sikap terbuka harus selalu dilakukan setiap anggota Polri.Tindak tegas jika masyarakat melanggar hukum. Istilah main 'mata' jangan lagi dipakai dalam menjalankan tugas sebagai profesi yang dihormati oleh masyarakat.

Begitupun dengan internal Polri, jangan pernah 'tergoda' dengan rayuan uang. Kepercayaan lebih mahal harganya dibandingkan dengan jabatan apapun yang diemban oleh setiap anggota Polri. Apapun jabatan anggota Polri, Tuhan menginginkan umatnya untuk menjadi yang terbaik yang dapat dipercaya jika diberikan tanggungjawab. Bukan malah menghianati atau bahkan menghancurkan kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat terhadap Polri. Jangan biarkan hanya gara-gara satu oknum berbuat salah, semua anggota Polri terkena imbasnya.(Ditulis:Tri Yuwono)

Beri Nilai:

Nilai: 0

Komentar: 0

Anda harus login terlebih dahulu untuk memberi komentar
Tentang Kami Syarat dan Ketentuan